Press Release
Home / Artikel / Melalui ENJ, Pramuka UIN Sunan Kalijaga Berbakti untuk Indonesia

Melalui ENJ, Pramuka UIN Sunan Kalijaga Berbakti untuk Indonesia

Sejumlah 5 orang anggota Pramuka UIN Jogja mengikuti kegiatan sosial Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia. ENJ merupakan salah satu kegiatan kepedulian dan perhatian kepada daerah-daerah terpencil, terluar, terdepan, dan perbatasan. Kegiatan ini juga merupakan upaya pemerintah dalam membangun kembali budaya maritim khususnya bagi generasi muda Indonesia menuju Poros Maritim Dunia.

“Kami ada 5 orang dari anggota dari Pramuka UIN Jogja, 3 orang termasuk kelompok mahasiswa dan 2 orang lainnya kelompok pemuda. Sehingga rute pengabdian kami berbeda.” ungkap Kak Tifa.

Anggota racana yang tergabung dalam kelompok mahasiswa adalah Kakak Taufan Febriyanto, Kakak Latifah Nurul Hidayati dan Kakak Sari Bulan. Mereka tergabung dalam tim yang berjumlah 23 orang sebagai delegasi dari kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ekspedisi dilaksanakan mulai tanggal 17-27 Agustus 2017 dengan rute pelayaran ke Pulau Kangean, Dusun Batu Gulok, Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Jawa Timur. Adapun program kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembagian buku, pakaian, perlengkapan sholat, dan peralatan sekolah.

Perjalanan Tim ENJ Kaltim 2017 menuju Pulau Labia

Kejasama Tim ENJ Kaltim 2017 dengan Tim Nusantara Sehat dalam acara Senam bersama warga Pulau Salissingan

Pemeriksaan kesehatan oleh Tim ENJ UIN Sunan Kalijaga bekejasama dengan Dinas Kesehatan setempat

Sedangkan kelompok pemuda diikuti oleh Kakak Ahmad Subhan Yazid dan Kakak Apriani Dwi Astuti, namun keduanya memilih rute pengabdian yang berbeda. Walaupun pengabdian yang dilakukan di pulau sama-sama 10 hari, namun Kak Ahmad Subhan Yazid lebih dahulu melaksanakan kegiatan ENJ yaitu pada tanggal 30 Agustus 2017 sampai 9 September 2017 di Pulau Waisai, Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Kak Yazid bersama tim beranggotakan 13 orang yang berasal dari Aceh, Lampung, Malang, Solo, Bandung, Kebumen, dan Yogyakarta mengadakan pogram yang sangat beragam. Mulai dari program transplantasi karang, penyaluran donasi pakaian, ‘tebar’ buku, kelas inspirasi di SD, penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan, sosialisasi penyakit malaria, tanam mangrove, serta pembersihan lingkungan.

“Kegiatannya sangat bagus, mengenalkan kepada pemuda bahwa Indonesia (khususnya Raja Ampat) memang wonderfull . ENJ juga menjadi ajang silaturrahim, selain punya teman serta kenalan baru, saya sempat bertemu dengan alumni UIN Sunan Kalijaga Angkatan tahun 1983. Saat ini beliau ketua DPC Muhammadiyah Sorong, sekaligus termasuk dalam pihak yang berperan dalam berdirinya IAIN Sorong. Saya pribadi sangat bersyukur bisa mendapatkan semua pengalaman itu,” ujar Kak Yazid.

Foto bersama warga Kampung Sarpokren seusai penyaluran donasi pakaian

Observasi mata pencaharian warga Kangean sebagai pekerja pecah batu

Senja Waisai

Foto bersama warga Kampung Sarpokren seusai penyaluran donasi pakaian

Berbeda dengan lainnya, Kakak Apriani Dwi Astuti memilih rute pelayaran Kalimantan Timur. Pulau yang dituju sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ENJ adalah Kepulauan  Balabalagan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Meskipun kepulauan tersebut termasuk dalam wilayah pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat, namun jarak menuju pulau tersebut lebih dekat dengan Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni dapat ditempuh kurang lebih 10 jam dengan kapal nelayan.

Kelas inspiasi di SDN Bilis-bilis

Selama 10 hari mulai tanggal 22 September 2017 sampai tanggal 1 Oktober 2017, Kak Tutik yang tergabung bersama tim yang berjumlah 21 orang melaksanakan beberapa program, diantaranya program pendidikan (pendirian rumah baca, bagi buku dan alat tulis, TPA, kelas inspirasi, dan outbound), program ekonomi, sosial, dan budaya (media branding, lomba-lomba untuk anak-anak dan orang dewasa, serta yasinan), program kesehatan (sosialisasi cuci tangan dan gosok gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, serta senam ceria), dan program lingkungan (bersih lingkungan dan pemasangan plang kebersihan). Keempat program tersebut dibagi dalam tiap divisi, namun dalam pelaksanaan programnya tetap saling membantu satu sama lain.

“Kegiatan ENJ kami tidak hanya di satu pulau, kami menyempatkan untuk singgah dan berbagi juga ke beberapa pulau yang ada di Kepulauan Balabalagan, yaitu Pulau Popongan, Pulau Salissingan, Pulau Labia, dan Pulau Sabakkatan, agar donasi yang kami bawa bisa kami salurkan dan tidak berhenti di satu pulau saja. Akses pendidikan dan kesehatan warga setempat pun cukup memperhatinkan. Mereka sangat luar biasa mampu bertahan hidup di pulau yang tidak terlalu besar dan sangat jauh dari keramaian.” ujar Kak Tutik.

Kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya tentu menuai banyak cerita dan pengalaman. Tentunya semuanya terangkum dalam sebuah ingatan. Terus bekarya dan mengabdi membangun negeri untuk mencapai kejayaan maritim dunia. Jalesveva Jayamahe! (Tutik/Yazid)

Tinggalkan Balasan