Press Release
Home / Release / Upacara Adat Purna Pandega

Upacara Adat Purna Pandega

Sabtu, 8 April 2017. UKM Pramuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Upacara Adat Purna Pandega di Student Center UIN Sunan Kalijaga lantai II. Adat Purna Pandega merupakan adat yang setelah Adat Pelantikan Pandega. Adat Purna Pandega diberikan kepada kakak yang sudah waktunya dipurnakan (telah berusia 26 tahun) atau karena memilih untuk menerima tanggungjawab yang lebih besar yaitu menikah. Berbeda dengan Adat Pelantikan Pandega, Adat Purna Pandega berarti melepaskan segala tanggungjawab yang melekat saat menjadi anggota Pramuka tingkat Pandega dan menyerahkan kepada generasi berikutnya untuk berdinamika.

Pada Upacara Adat Purna Pandega ini dilakukan proses pelepasan atribut Pandega seperti Topi dan TKU Pandega. Topi peserta didik dengan tanda topi golongan pandega diganti dengan muts Pembina, yang menunjukkan bahwa kakak yang diadati siap untuk menjadi pembina yang sesungguhnya baik di Gerakan Pramuka, keluarga, maupun masyarakat. Selanjutnya Dilepasnya TKU Pandega menyiratkan bahwa sudah waktunya untuk melepaskan tanggungan peserta didik dan bersiap untuk menerima tanggungan sebagai orang dewasa seutuhnya. Dilepasnya TKU Pandega bukan semata-mata hanya simbol untuk purna, tetapi juga memiliki kesan yang sangat mendalam akan arti sebuah proses pembinaan. Sudah waktunya untuk melanjutkan ke proses yang selanjutnya, yang belum atau mungkin tidak dapat diemban dalam TKU Pandega.

Pada Upacara Adat Purna Pandega kemarin, Kak Jakra Hadepa Riyadi dan kak Wahidah Rahman Noor Malitasari dipurnakan karena telah memilih untuk menikah dan juga masa anggota mudanya telah usai. Upacara ini dihadiri oleh Kak Rahmi Tri Mei Maharani selaku pembina Racana Nyi Ageng Serang dan Kak Khoirul Anwar selaku pembina Racana Sunan Kalijaga serta disaksikan oleh anggota Racana Sunan Kalijaga dan Racana Nyi Ageng Serang. Pembina sangat mengapresiasi kedua belah pihak karena masih memiliki jiwa kepramukaan dan mengabdi kepada masyarakat. “Kami telah melihat bagaimana aktivitas kak Lita dan Kak Depa luar biasa selama ini, jiwa kepeloporan dan kepandegaannya masih terlihat”. Tutur kak Khoirul Anwar.

Selain kak Jakra Hadepa Riyadi dan kak Wahidah Rahman Noor Malitasari, terdapat anggota Racana Sunan Kalijaga yang juga telah memasuki Purna Pandega, yaitu kak Deddy Gunawan, kak Muhammad Mahmudin Hasan, dan Kak Tri Mahardi.

Begitulah Pramuka, ada anggota muda, dan juga anggota dewasa. Sekali Pramuka, tetap Pramuka.

Tinggalkan Balasan